another Adhitya Ramadian blog

Wanita Murahan di Ajang Pameran Motor Mahal

Sungguh memalukan, motor-motor mahal di pameran-pameran yang digelar harus dirusak oleh ulah wanita-wanita murahan yang memamerkan auratnya, padahal para calon konsumen tidak berencana membeli mereka namun berencana membeli motor atau mobil yang dipamerkan!

Wahai para sales dan divisi marketing ATPM, jangan kau jadikan wanita-wanita yang mengumbar aurat untuk menarik daya tarik produk kalian, sudah cukup negeri ini dijajah oleh produk bos-bos pembesar kalian,

cukup sudah para generasi bangsa ini diracuni oleh hawa nafsunya dengan sebab dari kalian!

Pakaian Wanita Dalam Islam

Allah Ta’ala berfirman:
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ
“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangan dan kemaluan mereka. Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (terpaksa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke dada-dada mereka.” (QS. An-Nur: 31)
Perhiasan yang dimaksud adalah perhiasan yang digunakan oleh wanita untuk berhias, selain dari asal penciptaannya (tubuhnya).
Khimar adalah sesuatu yang digunakan oleh wanita untuk menutupi kepalanya, wajahnya, lehernya, dan dadanya.
Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ مِنْ الْخُيَلَاءِ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ تَصْنَعُ النِّسَاءُ بِذُيُولِهِنَّ قَالَ تُرْخِينَهُ شِبْرًا قَالَتْ إِذًا تَنْكَشِفَ أَقْدَامُهُنَّ قَالَ تُرْخِينَهُ ذِرَاعًا لَا تَزِدْنَ عَلَيْهِ
“Barangsiapa yang memanjangkan kainnya karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya.” Ummu Salamah bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang harus dilakukan oleh para wanita dengan ujung pakaian mereka?” Beliau menjawab, “Kalian boleh memanjangkannya sejengkal.” Ummu Salamah bertanya lagi, “Jika begitu, maka kaki mereka akan terbuka!” Beliau menjawab, “Kalian boleh menambahkan satu hasta dan jangan lebih.” (HR. At-Tirmizi no. 1731 dan An-Nasai no. 5241)
Sehasta adalah dari ujung jari tengah hingga ke siku.
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat: (1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakannya untuk memukul orang. (2) Wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan berlenggok-lenggok, mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Padahal bau surga itu dapat tercium dari begini dan begini.” (HR. Muslim no. 2128)
Makna ‘berpakaian tetap telanjang’ adalah: Dia menutup sebagian auratnya tapi menampakkan sebagian lainnya. Dan ada yang menyatakan maknanya adalah: Dia menutupi seluruh auratnya tapi dengan pakaian yang tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Lihat Syarh Muslim: 14/356

Penjelasan ringkas:
Ketiga dalil di atas menunjukkan wajibnya seorang muslimah untuk berhijab.
Hijab secara syar’i adalah seorang wanita menutupi seluruh tubuhnya dan perhiasannya, yang dengan hijab ini dia menghalangi orang asing (non mahram) untuk melihat sedikitpun dari bagian tubuhnya atau perhiasan yang dia pakai. Dan hijab ini bisa berupa pakaian dan bisa juga berupa berdiam di dalam rumah.

Adapun menutup seluruh tubuh maka ini mencakup wajah dan kedua telapak tangan. Ini ditunjukkan dalam surah An-Nur di atas dari beberapa sisi:

  1. Allah memerintahkan untuk kaum mukminin untuk menundukkan pandangan mereka dari yang bukan mahram mereka. Dan menundukkan pandangan tidak akan sempurna kecuali jika wanita tersebut berhijab dengan hijab yang sempurna menutupi seluruh tubuhnya. Sementara tidak diragukan lagi bahwa menyingkap wajah merupakan sebab terbesar untuk memandang ke arahnya.
  2. Allah Ta’ala melarang untuk memperlihatkan sedikitpun dari perhiasan luarnya kepada non mahram, kecuali terlihat dalam keadaan terpaksa karena tidak bisa disembunyikan, semisal pakaian terluarnya. Jika Allah Ta’ala melarang untuk memperlihatkan perhiasan luar (selain tubuh), maka tentunya wajah dan telapak tangan yang merupakan perhiasan yang melekat pada diri seorang wanita lebih wajib lagi untuk disembunyikan.
  3. Allah Ta’ala memerintahkan untuk mengulurkan khimar mereka sampai ke dada-dada mereka, sementara khimar adalah sesuatu yang digunakan wanita untuk menutup kepalanya. Jika khimar diperintahkan untuk diulurkan sampai ke dada, maka tentunya secara otomatis wajah tertutup oleh khimar tersebut.

Aisyah radhiallahu anha berkata, “Semoga Allah merahmati wanita-wanita Muhajirin yang pertama. Tatkala Allah menurunkan, “Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke dada-dada mereka,” mereka merobek kain-kain mereka lalu menjadikannya sebagai khimar.”
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Ucapan ‘mereka lalu menjadikannya sebagai khimar’, yakni: Mereka menggunakannya untuk menutupi wajah-wajah mereka.” (Lihat Fath Al-Bari: 8/489)

Adapun hadits Ibnu Umar di atas, maka dia menjelaskan mengenai beberapa perkara:

  1. Kaki wanita adalah aurat yang wajib ditutup.
  2. Larangan isbal hanya berlaku bagi lelaki dan tidak berlaku bagi wanita.
  3. Panjang maksimal pakaian wanita adalah sehasta dari mata kaki, tidak boleh lebih dari itu.

Sementara hadits Abu Hurairah menjelaskan tentang syarat-syarat hijab dan hijab secara umum, yaitu:

  1. Hijab tidak boleh tipis sehingga menampakkan apa yang ada di baliknya.
  2. Hijab tidak boleh ketat sehingga membentuk lekukan tubuhnya.
  3. Haramnya wanita berjalan dengan berlenggok, karena itu merupakan bentuk menampakkan perhiasannya.
  4. Wajibnya wanita menjaga kehormatan dan rasa malu mereka.
  5. Menutup sebagian tubuh dan menampakkan sebagian tubuh yang lain sama saja dengan telanjang.

sumber: http://al-atsariyyah.com/pakaian-wanita-dalam-islam.html

About these ads

25 responses

  1. asus

    baca setelah jumatan . . .

    Desember 14, 2012 pukul 1:00 pm

  2. mungkin ada yg beranggapan pembelian karena nafsu maka dipajanglah para penarik nafsu itu. kasihan

    Desember 14, 2012 pukul 1:49 pm

    • Adhitya Ramadian

      atau karena konsumen motor/mobil kebanyakan kaum adam? mereka tau kelemahan kaum adam

      Desember 14, 2012 pukul 2:02 pm

  3. Saya benci SPG

    Desember 14, 2012 pukul 2:09 pm

  4. Aurat itu nikmat

    Desember 14, 2012 pukul 4:26 pm

  5. joko

    biasalah cewek jaman sekarang, kemana2 pake baju super ketat, hotpants dll, kalo udah digerayangin orang merengek2,
    ibarat hewan, kucing mana yg gak laper kalo ada pindang di depannya

    Desember 14, 2012 pukul 6:13 pm

  6. dani

    alasan dateng ke pameran..ya ini …kalo mo liat motornya ya tunggu aja didealer..ketemunya pasti mbak mbak yah dah kerja taunan mukanya asem gak pernah senyum..ehh salesnya lanang semuanya makin uaseemmm

    Desember 14, 2012 pukul 8:57 pm

  7. viper

    coba itu TS pikirlah jika adik cewe mu …atau sodara cewe atau ipar atau apalah yg hub sodara kerja HALAL demi sesuap nasi lalu ente bilang itu MURAHAN

    Desember 14, 2012 pukul 9:55 pm

    • semogaengkaumengerti

      saudaraku, jangan menjadikan sesuap nasi sebagai pembenaran dan kambing hitam,untuk menghalalkan yang haram dan menafikan yang halal meskipun yang didapat sangatlah kecil “dalam konteks diatas”….sungguh DIA maha mengetahui dan maha adil

      Desember 16, 2012 pukul 8:58 am

  8. masih banyak kerjaan yang selain itu yg lebih mulia dari itu, walaupun hasilnya lebih kecil.
    Kalo cuma buat sesuap nasi pasti masih cukup, cuma jaman sekarang manusia sangat materialistis, jadi kolo mikirin dunia yang ada kurang terus, jadinya menghalalkan cara2 yang seblumnya diharamkan Allah SWT. Dilain sisi mereka melupakan amalan sholeh sebagai bekal di akhirat.
    Apa memang manusia sekarang dah nggak takut ya sama Allah SWT dan neraka sebagai ancaman bagi pendosa?????

    Desember 15, 2012 pukul 8:32 am

  9. malgundhoes

    Ijin share ya masbro…

    Desember 15, 2012 pukul 8:18 pm

    • Adhitya Ramadian

      monggo

      Desember 17, 2012 pukul 10:33 am

  10. steven sahardjo

    Wah, kaum wanita kalau membaca ini pasti sedih setengah mati….Kita harus berpikir realistis dan mempertimbangkan banyak hal sebelum menghakimi profesi seseorang. Bayangkan seorang wanita yang berprofesi sebagai spg harus survive demi membantu keuangan keluarga. Kemudian wanita2 ini pun pasti berat hati apabila harus berpakaian minim dan seksi. Ini semua juga akibat dari tuntutan si bos yang siapa lagi kalau bukan dari kaum adam…. Jadi menurut saya lebih baik kita berkaca dan introspeksi dan tidak serta merta menyalahkan lingkungan sekitar. Godaan selalu ada, tinggal kita mampu menghadapinya atau tidak. Salam!

    Desember 15, 2012 pukul 10:46 pm

  11. saya rasa anda tidak perlu memakai kata MURAHAN cuy,dah gitu disandingkan dengan ayat-ayat n hadits,terlalu kasar lah.cukup sebut aja wanita kurang beruntung atau apa yang lebih berperasaan dikit(jika anda punya).lo g punya perasaan ya pake logika aja lah.maksudnya baik tapi kurang bijak mbungkusnya y jadi kurang baik.

    Desember 15, 2012 pukul 10:59 pm

  12. nggak mesti murahan mas… mereka punya harga diri kok. mungkin nanti seiring waktu, njenengan bisa sharing dengan mereka, sharing dengan semua lapisan masyarakat, type orang, type pekerjaan pastinya akan berbeda ngomongnya.

    intinya sih, saya sangat setuju tentang masalah aurat harus ditutup, namun kata “murahan”nya sy gak setuju..

    salam.

    Desember 15, 2012 pukul 11:29 pm

    • Adhitya Ramadian

      ya kalo SPGnya tidak seperti SPG Honda CB150R, saya masih bisa tulis bukan murahan, lah tapi coba lihat SPG Honda CB150R, puser, dada, paha semua “ditampilkan dengan sengaja”

      Desember 17, 2012 pukul 10:36 am

  13. bener bener JLEB

    Desember 16, 2012 pukul 8:01 am

  14. pencerahan

    Desember 17, 2012 pukul 4:56 pm

  15. Reblogged this on Berjalan Menempuh Takdir and commented:
    Mari bersama kita tegakkan syariat Allah di muka bumi ini hingga Allah memenuhi janjinya.
    “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa tetap kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nur: 55)

    Desember 17, 2012 pukul 5:27 pm

  16. kurado

    sungguh terlalu…

    bahasa penulisan “MURAHAN” yang kasar.
    maksud anda mungkin baik untuk mengingatkan, tpi akan lebih baik lagi penulisan bahasanya yang sedikit lebih sopan.
    dan lihatlah kedalam diri anda sendiri apakah anda termasuk dalam orang2 yg benar?
    sesungguhnya kebenaran itu datangnya dari ALLAH SWT dan keKhilafan itu datangnya dari sifat MANUSIA.

    Desember 19, 2012 pukul 7:22 pm

    • Adhitya Ramadian

      sayang email mas-nya tidak dicantumkan, jadi kita tidak bisa berdiskusi secara empat mata, walau lewat media elektronik

      kata2 ini keluar ketika saya melihat artikel2 yang memuat honda CB150R, dimana SPGnya memperlihatkan belahan dada, pusar, paha, dan dengan tatapan mesum

      Desember 20, 2012 pukul 9:56 am

      • jaelan..

        qiyamat sudah dkt……..
        alamatnya…apabila islam telah ditinggalkan ajarannya….
        neraka kebanyakan memang diisi para wanita….smoga keluarga kita dan mereka spg diberi hidayahNYA….

        Desember 22, 2012 pukul 6:22 am

  17. Dalam batas-batas tertentu sexyness perlu untuk jualan, tapi kalau berlebihan malah mengundang perhatian ke si modelnya dari pada produknya. Lagipula memang SPG di booth motor bukan berfungsi sebagai SPG, tapi lebih seperti furniture yang tugasnya mempercantik booth. Coba saja tanya info ke SPGnya apa mereka bisa jawab? Kalau sekedar bagi brosur bisa, tapi kalau tanya keunggulan produknya kemungkinan tidak.

    So kalau menurut saya, sexyness tetap perlu, tapi jangan berlebihan, karena malah perhatian ke produk kelelep. Calon pembeli asli yang bisa jadi ke pameran dengan anak isteri justru merasa terganggu.

    Januari 4, 2013 pukul 10:03 am

    • Adhitya Ramadian

      ya sayapun tidak mengusulkan SPG pake kebaya atau jilbab panjang misalkan, spt karyawan2 di XL center boleh lah :D

      tp coba lihat booth honda, lihat spg cb150r kemaren, itu mah sudah ga wajar, dan masih banyak lagi sebetulnya, spt yg rela2 rebahan di mobil atau dimotor dengan pose striptise

      Januari 4, 2013 pukul 10:09 am

      • Saya nggak ngeliat seperti apa sih… Kalau sudah wet tshirt atau sexy dancer/ tari perut memang kaitannya sudah berlebihan.

        Januari 4, 2013 pukul 10:35 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 840 pengikut lainnya.