Perang Program Acara TV, Wartawan Kok Jadi Bodoh?
Sore ini dapat pesan email mengenai update twitter, eh kok ada berita tentang Jokowi yang marah kepada TV One.
Namun, tvOne rupanya memanfaatkan momentum interview-nya dalam rangka “100 Hari Pemerintahan Jokowi-Ahok”. Apalagi, tvOne sudah mengendus, bahwa Metro TV akan memproduksi program sejenis dengan mengundang Jokowi. Sebelumnya, Metro TV sudah dua kali menayangkan program khusus Gebrakan Jokowi, yang secara eksklusif menginterview Jokowi di lokasi bersama masyarakat. Agar tidak kalah 3-0 dari Metro TV, tvOne terpaksa membohongi Jokowi. Pesan-pesan Jokowi pun diabaikan.
Loh! Dagelan apalagi ini? Media massa yang seharusnya memberikan pemberitaan yang tidak memihak serta terbuka untuk masyarakat kini malah jadi ajang perang program acara…
Tapi yang saya soroti disini adalah mengenai banjirnya
“Lebih banyak sok tahunya, ketimbang riset dahulu. Masak tetap ngotot bertanya, ‘Jadi kapan Jakarta bebas banjir?’. Lha wong sejak jaman Belanda Batavia sudah banjir kok,” ujar Henry kesal.
Konyol! Dengan tetap ngotot menanyakan “Jadi kapan Jakarta bebas banjir?“, Jowoki-Ahok bukanlah Tuhan yang bisa menyulap Jakarta agar bisa terbebas dari banjir, karena perlu dukungan dari masyarakat Jakarta sendiri.
Jakarta yang sekarang adalah SISA PENINGGALAN KEPEMIMPINAN GUBERNUR-GUBERNUR yang dulu, yang menerima semua proyek pembangunan mall, penambahan gedung-gedung bertingkat, dan juga SISA DARI SEBUAH KEPUTUSAN UNTUK MENJADIKAN JAKARTA SEBAGAI “PUSAT BISNIS” bukan “PUSAT PEMERINTAHAN”.
Artinya apa? Dengan berpusatnya bisnis di Jakarta maka di Jakarta-lah pusat berkumpulnya orang, dari Sabang sampai Merauke, dengan begitu perluasan daerah perumahan, pembangunan perumahan, apartemen, gedung-gedung pusat perputaran uang, tempat manusia bekerja terus berkembang.
So..dari tulisan yang singkat ini, sebetulnya masalah banjir Jakarta ini adalah masalah yang sejak dulu sudah ada karena tanah Jakarta sendiri berada di bawah permukaan air laut, sementara banjir yang terjadi karena luapan air laut dan air kiriman dari daerah-daerah yang lebih tinggi, dan juga perlu adanya peran dari kita untuk menjaga agar masalah yang terjadi ini tidak berkembang meluas.
Tau kan apa yang saya maksudkan?? silakan cerna sendiri saja…
Baca lainnya:
http://pancasyah.wordpress.com/2013/01/23/ahok/
Tulisan ini bukan bagian dari pembelaan dari tokoh yang disebutkan tapi, wacana untuk merubah cara berfikir saja.








setuju sekali kang bro…saya dari dulu ga pernah enjoy liat acara-acara tv itu,giman gitu cara penyampaianya,ga enak
Januari 26, 2013 pada 10:26 pm
tv oon
http://extraordinaryperson.wordpress.com/
Januari 26, 2013 pada 10:57 pm
kalo nggak salah malah dari sebelum jaman batavia, jakarta emang udah ngalamin banjir..apalagi ditambah banyaknya pembangunan..
dan lagi, gimana ya kalo sekelas media nasional masih mengulang terus menerus pertanyaan orang awam..mungkin ke depannya sebaiknya dibenahi programnya..
Januari 26, 2013 pada 11:28 pm
*program acara tv nya
Januari 26, 2013 pada 11:29 pm
tv one skarang malah jadi aneh menjurus ga bermutu…
bisanya cm besar2in berita, kayaknya mereka cuma mikirin rating tinggi
Januari 27, 2013 pada 10:44 am
ane paling benci ama presenter TV one, gak si riski, sampai si “bang one” karni ilyas yg suka motong pembicaraan dan sok pinter. udah beda ama tv one di awal berdirinya dulu.
sekarang mewawancara jokowi udah kaya mengkritik aja, kalo berani silakan kritik aburizal bakrie tentang lapindo, berani???!!!!!!!!!!!!
Januari 27, 2013 pada 6:34 pm
nanti dapur bisa gak ngebul masbro
Januari 27, 2013 pada 9:30 pm
lempar elpiji 3kg aja
Januari 28, 2013 pada 9:13 am
kalau jakarta banjir saat ini yaa wajar
lah banyak daerah di jakarta yang asalnya tanah rawa
http://yudhadepp.blogspot.com/2013/01/misteri-dibalik-iklan-new-vixion.html?m=1
Januari 27, 2013 pada 10:45 pm
TV Oon…terdepan mengaburkan..
Januari 29, 2013 pada 6:19 am
dengan sendirinya tv one gak akan mengangkat lapindo lah. . . .
pemberitaan gak berimbang sebenernya kalau di tv one
keep brotherhood,
salam,
Januari 29, 2013 pada 3:13 pm
pertanyaan wartawan seringkali menjebak.. atau sudah tau tp masih saja ditanyakan.
Januari 30, 2013 pada 3:48 pm
betul, jadi musti hati2
Januari 30, 2013 pada 3:56 pm