Oh Nikmatnya…

Posted on Updated on

Pagi hari.., sekitar jam 7 pagi, pintu itu terbuka, lalu seseorang laki-laki masuk dan langsung duduk di jok kulit yang empuk, tas kerjanya di taruh di jok sebelahnya, pintupun ditutup kembali.

Dimasukkannya kunci itu ke rumahnya, “nnnggggg…..bruuummmmm..” suara mesin berkapasitas lebih dari 1000cc itu berbunyi.

“nnnnntttt….” suara kaca diturunkan, “aku berangkat dulu ya…daaahhh!!” sahut lelaki itu sambil melambaikan tangan, “oke..hati-hati yaaa…” balas seorang wanita dari depan pintu rumahnya sambil membalas lambaian tangan lelaki tersebut yang merupakan suaminya.

Disatu sisi suara roda besi berputar menahan berat rangkaian besi yang berdiri kokoh di atasnya, yang didorong oleh seorang wanita yang masih muda yang pakaiannya tidak lebih baik dari pakaian wanita yang berdiri di depan pintu rumah tersebut.

“nnnnntttt…” dinaikkannya lagi kaca tadi dengan bantuan sebuah tombol disamping lelaki itu, “glak!” tuas disisi kiri itupun mengarah ke angka 1 dengan bantuan tangan kiri, sementara kaki kiri melepas pelan-pelan injakan tuas paling sebelah kiri dari tiga tuas yang berada dibawah kaki, sementara kaki kanan menginjak perlahan tuas yang paling kanan. Sebuah lingkarang besi itupun akhirnya diputar oleh kedua tangan lelaki tersebut, putar ke kanan untuk keluar dari rumahnya kemudian perlaham membalas putaran tersebut ke kiri untuk meluruskan lagi posisi roda agar bisa melaju di jalanan lurus.

Sementara itu ada 2 buah tombol di bagian depan diputar sehingga gambar segitiga itu menunjuk ke bagian tengah dari deretan garis biru, dan tombol satunya lagi diarahkan ke angka 3, langsung keluarlah udara sejuk dari kisi-kisi di depan samping kanan-kiri dan tengah.

Hampir kira-kira 15 menit berlalu suara “glak!” itu terus terulang, dari angka 1 berpindah ke 2 berikutnya hingga ke 4, maklum jalanan tidak begitu mulus sehingga angka 5 tidak tersentuh saat itu.

Kira-kira sudah 30 menit waktu berlalu, terlihat di depan pemandangan yang tidak disukai yaitu kemacetan, suara klakson dari roda dua dan roda 4 terus menerus bersahutan, terlihat di sebelah kiri kendaraan roda dua yang mirip bebek dan beberapa yang terlihat lebih gagah ramai-ramai menaiki trotoar, para pejalan kaki terlihat menghindari seolah-olah mereka salah jika harus bersalah disana.

“ciiittt!!” kali ini perpaduan tuas kiri dan tuas tengah diinjak bersamaan, “goblok!” sahut lelaki tersebut, sementara kendaraan roda dua yang nyelonong tadi hanya melambaikan tangan sebagai arti meminta maaf.

“ah…bisa gak nih sampai kantor jam 8?!” sambil melihat jam tangan di pergelangan tangan kirinya yang saat itu jarum pendek hampir menuju angka 8 dan jarum panjang berada di angka 7, “kacau nih jakarta! Macet melulu! Ini lagi motor seenaknya pake jalan! Asal nyelonong kanan kiri, belum lagi kasian tuh orang-orang sampe susah jalan di trotoar..!” gumamnya.

Hmmm…begitulah kira-kira para pemakai kendaraan roda dua yaitu mobil, mereka enak di dalam dengan udara sejuk dari AC, tidak kepanasan, berpakaian rapi tanpa air keringat menempel di baju, duduk dengan nyaman di jok kulit, sambil mendengarkan radio, namun hanya bisa ngedumel karena jalanan macet, terhalang oleh bebek sruntulan, merendahkan pengguna jalan lain terlebih para pengguna motor.

Padahal tau tidak????!!! Mereka tidak sadar bahwasanya merekalah penyumbang kemacetan terbesar di kota besar ini, di Jakarta ini, satu tubuh yang lebarnya tidak lebih dari 90cm harus ditopang oleh kendaraan yang lebarnya bisa sekitar +- 1,5m lebih!

Aku kira cukup tulisan ini beberapa blogger mungkin sudah mendahuluinya walau hanya lewat gambar namun itu sangat jelas sekali, bahwa mobil adalah penyumbang terbesar kemacetan di jalan raya, silakan lihat di blog bennythegreat.wordpress.com.

Semoga para pengguna mobil sadar, taruh mobil di garasi, gunakan jika ada rekan yang bisa bersama-sama pergi ke kantor, semua bangku terisi atau jika bepergian dengan keluarga. Dan gunakan motor untuk kendaraan ke kantor atau kendaraan umum atau sepeda untuk lebih baiknya.

Fakta berbicara!

7 thoughts on “Oh Nikmatnya…

    elsabarto said:
    Mei 30, 2011 pukul 9:45 am

    bener kang, saya klo bepergian walaupun jarak jauh, selalu pake motor, kecuali berangkat dg seluruh keluarga

    itung-itung ikut mengurangi kemacetan & polusi udara, dan yg terpenting alhamdulillah memang bisa naik motor😀

    kangmase said:
    Mei 30, 2011 pukul 8:39 pm

    yup…

    tapi itu fikiran pengendara motor, kalo fikirang pengendara mobil? yang penting mah adem dan nyampe tujuan….

    http://kangmase.wordpress.com/2011/05/29/jika-motor-biang-kecelakaan-mobillah-biang-kemacetan/

    ipanase said:
    Juni 3, 2011 pukul 7:39 pm

    itulah ironi, paradigma,. kesenjangan sosial, kurangnya kesadaran

    timbul said:
    Juni 6, 2011 pukul 1:09 pm

    yang pakai mobil juga kadang ikutan bego, jalan satu lajur, kadang diisi sampai dua deret mobil, sampai motorpun nggak bisa nyari jalan, ‘g..lok’ tenanan, ya situ enak2an adem di dalam pakai ac, lha kita yang diluar kepanasan kehujanan, ingat, orang yg biasa nyusahin orang lain, jangan heran kalau suatu saat juga bakalan disusahin ama orang lain!!

    Tristan said:
    Juni 15, 2011 pukul 3:59 pm

    untuk menyikapi masalah kemacetan sebaiknya di diri kita masing2 kita tanamkan sikap sadar diri, bisa dengan bentuk memberi tumpangan kepada teman jika searah, sehingga teman tidak perlu membawa mobil jg, dan mengurangi rute bepergian dengan jarak dekat mengunakan mobil pribadi, dan jikapun masih terjadi kemacetan, baiknya bersabar karena itu merupakan dampak perkembangan zaman yang tidak dapat dielakkan, karena sebuah hal yang tidak mungkin juga jika melarang orang lain untuk membeli mobil, namun baiknya kapasitas jumlah dan pemakaiannya di kurangi….

    Malu Sama Baboon dong Bro!! « RamboeistBlast said:
    Juni 6, 2012 pukul 9:43 am

    […] Nikmatnya! […]

    […] artikel lainnya: Oh Nikmatnya… Rate this:Share this:ShareFacebookTwitterSurat elektronikLike this:SukaBe the first to like […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s