Rem Cakram Belakang, Sekedar Trend?

Posted on

Rem belakang menggunakan cakram? wuih keren bro!!

cakram vs tromol

Tapi masih perlukah rem cakram belakang? Sekedar trend atau memfokuskan fungsionalitas? Kang Taufik sudah pernah membahas mengenai rem cakram dengan tromol, baca disini.

Sekarang kita baca artikel yang disuguhkan di gilamotor, disebutkan disana:

Untuk penggunaan yang lama, misal jalan menurun yang curam tentu rem cakram durabilitasnya lebih baik. Sementara itu, rem teromol pun tak berarti kalah total. Dengan permukaan gesek yang lebih banyak, cengkeramannya pun cukup baik, sayang lekas panas dan pembuangan panasnya lebih minim.

Tetapi, coba juga di jalan basah, dengan kondisi hujan. Ketika cakram terkena air, daya cengkeram kampas remnya tidak sesakti kala kering, sementara pada rem teromol dengan keuntungan sistem yang tertutup, air tidak mudah membasahi kedua permukaan, baik kampas rem maupun teromolnya.

Pada saat uji coba, pengereman dari kecepatan 50 km/jam hingga berhenti kala hujan, jarak pengereman sekitar 25 m, terasa rem depan yang menggunakan cakram sedikit licin, alias kurang cengkeramannya, sementara di belakang rem teromol tak berubah, hanya permukaan jalan lebih licin, membuat traksi ban berkurang. Ketika jalan kering, jarak pengereman lebih dekat, 20 m saja, kedua rem bekerja baik.

Namun saat mencoba di jalan menurun yang panjang, rem cakram menunjukkan kesaktiannya dengan mampu menahan laju tunggangan dengan baik, bahkan ketika hujan sekali pun. Meski awalnya agak ngeloyor, ketika rem digunakan terus-menerus, tampaknya cengkeraman kampas remnya semakin baik.

Kesimpulannya, rem cakram memang lebih unggul soal pengurangan laju tunggangan, meski kala basah, sedikit berkurang kemampuannya.

Kini coba kita perhatikan gambar di bawah:

New Mega Pro

nmp cakram vs tromol

Sementara pada New Jupiter MX ada beberapa perbedaan spesifikasi yaitu Manual Clutch dan Auto Clutch

njmx mt vs at

Suzuki Axelo series

axelo tromol vs axelo r cakram

Bisa dilihat di sana, bahwa ketiga motor tersebut (atau mungkin yang lainpun ada cuma aku memperkecil area pembahasan saja mengambil 3 contoh motor ini) terlebih Honda New Mega Pro memiliki Daya dan Torsi yang sama antara versi CW (velg CW + cakram belakang) dengan versi SW (Velg Jari + Tromol), kenapa harus dibedakan rem-nya? apakah disini artinya secara fungsi dan daya cengkram jenis rem belakang cakram dengan tromol sama? atau hal ini hanya sekedar trend semata?

Jika pengaplikasian rem cakram belakang karena tuntutan fungsionalitas, aku pilih yang versi RDB (rear disc break), secara tampilan lebih oke hehe…

Btw, aku salut sama Honda New Blade, semuanya menggunakan rem cakram belakang, tidak membedakan, pantas saja TVC-nya di sirkuit, mungkin secara fungsional dengan “kecepatan segitu (120km/jam euy! nyatanya???)” penggunaan rem cakram belakang sangat diperlukan.

8 thoughts on “Rem Cakram Belakang, Sekedar Trend?

    BAIOOOO said:
    Oktober 12, 2011 pukul 12:32 pm

    ya sya setuju pendapat anda broo … Ini dealer yang tolol atau masyarakatnya yg tolol ?? ..

    gogo said:
    Oktober 12, 2011 pukul 12:46 pm

    begitulah.. kembali ke keinginan dan kebutuhan..

      Abu Tanisha responded:
      Oktober 12, 2011 pukul 1:28 pm

      ATPM selaku produsen memberikan keinginan dan kebutuhan konsumen atau membuat produk yang valuable hanya karena penambahan cakram belakang?

      bukti komparasi yang tidak subyektif dan tidak didasarkan fungsionalitas sering dilakukan, entah itu dari pihak dealer atau ATPM itu sendiri, so tujuannya sebetulnya dimana? apakah ATPM hanya sekedar meraup keuntungan sebesar-besarnya?

    Maskur said:
    Oktober 12, 2011 pukul 3:04 pm

    tapiiii…………buat harian bisa dikatakan sama-saja

    temonsoejadi said:
    Oktober 13, 2011 pukul 4:24 pm
    necel said:
    Oktober 14, 2011 pukul 2:27 pm

    Kalo rem cakram basah kan ga bunyi ciiit kaya tromol

    shogun110tromol said:
    Oktober 14, 2011 pukul 9:02 pm

    rem cakram belakang jelas merupakan fungsionalitas, dan gaya juga sih😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s