Pelebaran Jalan, Pembuatan Tol Baru, Solusi Kemacetan??

Posted on Updated on

Sorry mbah, ane nempel artikel ente disini ya…

Rakyat di buat susah, Industri dikorbankan … hanya karena Enggak Mau Bikin Jalan Baru !!!

 

ilustrasi pelebaran jalan

 

Ane setuju beberapa hal dari tulisan mbah dukun, apa itu?

“PAJAK”, benar, kemana larinya pajak yang dibayarkan pengguna jalan?

Gak setujunya adalah mengenai pertumbuhan jalan yang maksimal

wait! jalanan diperlebar, tol diperbanyak, berharap mobil diarahkan ke tol agar motor bisa leluasa mengisi pinggiran jalan di kota besar, sampai kapan?

BKT = Banjir Kanal Timur,  pembangunan jalan, hingga flyover casablanca jakarta selatan, berharap sepanjang jalanan yang lama nantinya tidak ditemukan titik kemacetan, halo! sampai kapan jika pertumbuhan kendaraan bermotor 3000 – 4000 unit perharinya?

Jalan kalimalang, start dari perempatan pangkalan jati ke arah jakarta, mobil berjajar dua sudah cukup membuat macet, perlu dilebarkan, so…apa yang harus digusur?

Jakarta adalah kota kelahiran suku Betawi

Masyarakat Betawi semakin ke pinggir aja, beberapa diantaranya dan itu jumlahnya banyak, di daerah bekasi banyak yang jadi pembantu rumah tangga harian dari majikan yang non orang betawi, suaminya menjadi ojek, tanah mereka dijual untuk pembangunan perumahan, jalan, tol, tempat industri.

Ingat! yuk kita selamatkan warga betawi!

Yang kaya siapa? kesenjangan sosial semakin lebar, pendidikan warga betawi tidak terus diasah, sehingga adapun penguasa daerah dari orang-orang betawi itu karena ketidak adilan yang mereka dapatkan, mereka jadi kacung para penjajah kota Jakarta dan sekitarnya.

Sadar tidak???

Pajak untuk Transportasi Umum

3 thoughts on “Pelebaran Jalan, Pembuatan Tol Baru, Solusi Kemacetan??

    ipman said:
    Oktober 29, 2011 pukul 9:44 pm

    setuja om!!..

    jalanan semakin macet dikarenakan pertumbuhan kendaraan yang begitu pesat dan tidak terkendali.
    bukan jalannya yang ditambah, melainkan jumlah kendaraannya yang harus dikurangi.

    para penjual kendaraan alias ATPM tidak sadar kalau mereka semua diperbudak oleh orang2 dari negara penghasil kendaraan tersebut. mereka diperbudak oleh jepang, eropa, amerika, dsb.
    ga peduli mau macet mau polusi, yang penting jualan mereka laku!
    shame on them !!!!

    TDF said:
    November 2, 2011 pukul 1:36 am

    pajak dari jalan (motor,mobil dll) itu nilainya memang besar tapi indonesia negara sosial (kata para pejabat) jadi pajak dari jalan di bagi ke pos-pos lain macam buat raskin dll

    ardiantoyugo said:
    November 3, 2011 pukul 7:06 am

    PAJAK…:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s