Tes Top Speed = Alay???

Posted on Updated on

Kepada mas Rifky Otomercon, menilai dan menimbang apa yang sudah mas Rifky komentari pada artikel yang saya tulis, dan terhadap artikel yang mas Rifky tulis, maka saya akan sampaikan beberapa hal diantaranya adalah:

  1. Sebaiknya lihat video yang saya tampilkan di artikel tersebut dari Youtube, atau baca apa yang sudah saya capture, bahwasanya si biker melakukan test top speed pada motornya dengan tangan 1, sementara tangan lainnya (pasti tangan kiri) memegang handphone untuk merekam, dan itu yang saya kritisi.
  2. Mengutip pada artikel mas Rifky di bagian akhir tulisan “Okey, silahkan di buffer dengan nyaman, jangan lupa komen yaa,,, bagi yang sudah beranggapan yang ngetes topspeed itu alay seperti yang sering dibilang orang, mending gak usah di komen sekalian  hidup PPT (Para Pencari Topspeed  )”, hal ini (bagi saya) terkesan ada kontra dengan apa yang saya tulis, namun kembali ke poin 1, jika mas Rifky benar-benar mencermatinya maka mas Rifky bisa menulis dan berkomentar lebih bijak lagi.

Kawan-kawan di RSA (Road Safety Association) mengkampanyekan mengenai berkendara yang santun, keselamatan dalam berkendara, namun disayangkan masih ada blogger yang belum merasakan efek langsung “kecelakaan” yang menimpa dirinya, dan masih ada yang memicingkan sebelah mata terhadap yang diperjuangkan kawan-kawan di RSA.

“Mau pake ga pake helm terserah aku, apa urusannya polisi nilang aku?!!” -> saalh satu pernyataan yang bisa saja terucap, namun ingat para korban kecelakaan karena kelalaiannya:

  1. Masih berada di jalan raya
  2. Menyebabkan kemacetan
  3. Masih dalam area tanggung jawab kepolisian
  4. Tidak mungkin korban kecelakaan tidak mendapatkan pertolongan, pasti masyarakat atau yang berada disekitar akan menolong (ini menambah kerepotan juga karena aktifitas akan terganggu dengan adanya peristiwa kecelakaan)
  5. Menyebabkan trauma sendiri bagi orang-orang yang sempat melihatnya
  6. Terkait dengan poin 5, hal itu termasuk pada tindakan teror pemikiran, seseorang yang awalnya tidak pernah melihat darah karena kecelakaan, atau kepala pecah di jalan raya menjadi takut setelah melihat kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal secara tragis, itu artinya adanya teror ketakutan pada diri seseorang.

Maka terakhir, coba perhatikan pada artikel mas Yudi Batang, dia yang saya tau dari tulisannya adalah seseorang speed freak, namun untuk merekamnya tidak menggunakan tangan satu (tangan kirinya memegang kamera).

Coba beli ini aja -> Fat Gecko Mini Camera Mount

Apakah ini salah satu hengkangnya para blogger dari indomotoblog.wordpress.com dan beralih ke otobloggerindonesia.wordpress.com???

13 thoughts on “Tes Top Speed = Alay???

    extraordinaryperson said:
    Desember 22, 2011 pukul 1:09 pm
    Maskur said:
    Desember 22, 2011 pukul 2:12 pm

    kan mahal mas…………….

      Abu Tanisha responded:
      Desember 22, 2011 pukul 2:36 pm

      yah paling tidak ditempel pake lem alteco di helm hehehe

    zaqlutv said:
    Desember 22, 2011 pukul 2:46 pm

    top speed saya 250 kmph..😳
    tapi di playstation:mrgreen:

    bebektengil said:
    Desember 23, 2011 pukul 3:11 pm

    wong bodo emoh kumpul karo wong pinter.

    TDF said:
    Desember 24, 2011 pukul 4:32 am

    kan lagi akrobat, ngebut 1 tangan:mrgreen:

    bapakeValen said:
    Desember 24, 2011 pukul 5:52 pm

    saya gak ikutan ah…
    riding secara aman & nyaman aja

    Mercon C gak Mretelli said:
    Desember 26, 2011 pukul 11:41 am

    hohoho, kembali ke judul
    apakah Tes Top Speed = Alay???

    Mercon C gak Mretelli said:
    Desember 26, 2011 pukul 11:46 am

    klarifikasi dikit deh : kata siapa belom pernah kecelakaan? sampe hampir kelindes truk pun saya pernah, tapi saya tau saya dan mereka yang menurut orang “alay” tapi tidak bagi saya pasti tau namanya “batasan” atau “limit”, rem jiwa:mrgreen: dll, bukan masalah skill, safety atau apa, tanyakan ama PPT (Para Pencari Topspeed) apa yang mereka cari… hohoho

    Abu Tanisha responded:
    Desember 26, 2011 pukul 11:48 am

    kan tulisan itu bukan sekedar ditujukan kepada sampeyan mas…namun ditujukan secara umum ke pada para rider dimanapun yg belum paham masalah keselamatan dalam berkendara, cuma saja artikel ini ditulis untuk mengcounter apa yg sampeyan komentari pada artikel saya dan juga artikel yg anda tulis, intinya ngetes top speed bukan alay, tapi caranya, jadi cukup bijakkan jika saya menebalkan tulisan yang menjadi intisari dari artikel ini?? semoga sampeyan bisa lebih cerdas dalam membaca

    lukadiyo said:
    Desember 26, 2011 pukul 9:08 pm

    ngetes top speed di jalanan umum saya bilang alay..
    kalo mau tes top speed mongtornya monggo sewa sirkuit…
    jangan di jalanan umum, bisa membahayakan orang lain :mad

    […] pada artikel saya mengenai “Test Top Speed = Alay???“, bahwa kecelakaan itu memberikan teror berupa trauma kepada masyarakat sekitar ataupun orang […]

    Blak-blakan, Kenapa Tidak? « RamboeistBlast said:
    Maret 13, 2012 pukul 1:27 pm

    […] aggregator koboys.wordpress.com, motorpit.wordpress.com, namun saat dia salah memahami mengenai tulisan alay, ya aku tetap blak-blakan untuk jelaskan bahwa yang aku tulis itu tidak seperti yang dia […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s