BBM Bersubsidi

Posted on

Untuk siapakah BBM bersubsidi???

Pertanyaan:

Ketika ada bencana semisal gempa bumi, ada bantuan gempa bumi untuk rumah korban bencana. Namun sering kali orang yang rumahnya baik-baik saja, tidak menjadi korban gempa juga menuntut agar diberi bantuan. Halalkah uang bantuan gempa bumi untuk orang semacam ini?

Demikian kasus semisal dijumpai dalam pembagian raskin, bantuan beras untuk orang miskin. Di sebagian tempat ada orang kaya raya yang meminta kepada aparat desa agar diberi raskin. Jelas orang kaya bukanlah orang yang berhak mendapatkan raskin. Halalkah raskin untuk orang kaya tersebut?

Premium adalah bahan bakar yang mendapatkan subsidi dari pemerintah sehingga premium adalah bahan bakar untuk rakyat yang tergolong kurang mampu. Dalam kenyataannya sebagian milyader juga mengkomsumsi BBM untuk rakyat ini. Dosakah mereka?

Jawaban:

Bantuan pemerintah untuk korban bencana itu hanya oleh diberikan kepada korban bencana dan orang-orang yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah. Orang yang tidak memenuhi kriteria penerima bantuan tidak berhak mengambil bantuan atau subsidi itu sepeser pun. Sebagian orang beranggapan bahwa bantuan dari pemerintah alias uang rakyat itu halal bagi siapa saja untuk mengambilnya. Ini adalah anggapan yang salah. Tidak halal bagi siapa pun untuk mengambil satu rupiah dari uang kas negara kecuali jika dia berhak menerimanya.

عَنْ خَوْلَةَ الْأَنْصَارِيَّةِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِنَّ رِجَالًا يَتَخَوَّضُونَ فِي مَالِ اللَّهِ بِغَيْرِ حَقٍّ ، فَلَهُمْ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dari Khaulah Al Anshariyyah, aku mendengar Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ada sejumlah orang yang mendistribusikan harta Allah dengan cara yang tidak benar maka untuk mereka neraka pada hari Kiamat nanti.” (HR. Bukhari, no.3118)

يَتَخَوَّضُونَ فِي مَالِ اللَّهِ بِغَيْرِ حَقٍّ أَيْ : يَتَصَرَّفُونَ فِي مَالِ الْمُسْلِمِينَ بِالْبَاطِلِ  انتهى من “فتح الباري” ابن حجر (6/219)

Artinya, membelanjakan harta kaum muslimin (baca: kas negara, harta rakyat) untuk yang bukan peruntukannya (Fathul Bari, 6:219)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Demikian termasuk dalam hadis di atas orang yang memakan harta kas negara dengan pengakuan yang mengada-ada semisal mengaku-aku sesuatu yang bukan haknya secara dusta atau perbuatan semacam itu.” (Syarh Riyadhus Shalihin, 2:538)

As Shan’ani mengatakan, “Hadis di atas adalah dalil bahwa haram atas orang yang tidak berhak mendapatkan harta Allah  (baca: harta kas negara) untuk mengambil dan memilikinya. Tindakan ini tergolong maksiat yang menyebabkan pelakunya masuk neraka.” (Subulus Salam, 4:192)

Berdasarkan uraian di atas, maka orang-orang tergolong mendapatkan dana bantuan atau subsidi yang dikucurkan oleh pemerintah padahal mereka mampu, mereka tidak berhak mengambil dana bantuan tersebut meski sekedar satu rupiah. Wajib atas aparat yang bertugas untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan untuk jeli dan teliti, karena memberi orang yang tidak berhak itu sama dengan menghalangi orang yang berhak untuk mendapatkan haknya. [islamqa.com]

sumber: http://pengusahamuslim.com/bbm-bersubsidi-1397

sumber gambar: http://economy.okezone.com/read/2012/01/16/279/557599/mengapa-pembatasan-bbm-bersubsidi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s