Lagi-lagi tentang Slogan “STOP PEMBODOHAN OTOMOTIF”

Posted on Updated on

Geli juga membaca artikel mbah dukun yang membahas mengenai slogan pembodohan otomotif, karena imbasnya adalah para pembac a yang sekaligus komentator jadi mencemooh sebagian blogger yang selalu meneriakkan slogan tersebut, siapa lagi kalo bukan bennythegreat, telinganya pasti berdenging saat artikel mbah dukun ini mencuat, belum lagi imbasnya hingga ke anggota koboys lainnya, ini jelas terlihat saat melihat status salah satu anggota koboys di facebook.

Perubahan jaman itu PASTI,

Perkembangan teknologi itu PASTI,

Masyarakat Indonesia khususnya, adalah masyarakat yang konsumtif, itu PASTI,

Sebuah ATPM selalu berinovasi tuk menghasilkan produk baru untuk menjaga stabilitas perekonomiannya, itu PASTI,

Masa ada ATPM jualan 1 jenis motor dan jadul lagi??

Namun tidakkah kita iri saat melihat negara maju yang sebagian besar masyarakatnya lebih memilih angkutan umum yang disediakan oleh pemerintah sebagai transportasi untuk bepergian ke kantor, sekolah, dan lain sebagainya?

Tidakkah kita iri, dimana mereka menggunakan mobil dan motor idaman mereka sekedar untuk hobby belaka? Artinya adalah sesuatu yang nyaman dan murah bisa mereka dapatkan sekaligus dalam keseharian mereka melakukan aktifitasnya, apa lagi jika bukan transportasi masalnya??

Tidakkah kita iri, dengan mogenya mereka bisa memacu kendaraannya di jalan raya kota yang lenggang?

Nah disinilah sebenarnya apa yang diteriakkan oleh sebagian blogger slogan “STOP PEMBODOHAN OTOMOTIF”

Tau apa maksudnya?

Coba kita perhatikan, sebuah ATPM mengeluarkan produk dengan kapasitas mesin yang sama, dan jenis yang sama, misal Honda Revo dengan Honda Blade, Yamaha Vega ZR dengan New Jupiter Z, atau motor-motor matic berkapasitas 110cc lainnya, banyak variannya, sementara marketing mereka berdalih bahwa semakin banyak varian, semakin enak juga calon konsumen memilih produk yang mereka inginkan.

Berdasarkan kePASTIan semua di atas, para ATPM disini tau celah untuk meraup keuntungan lebih, disodorkanlah produk-produk mereka kepada para calon konsumen.

Namun mereka (para ATPM) tidak sadar bahwa produk hasil inovasi mereka tidak begitu berpengaruh di masyarakat, embel-embel kencang atau irit ternyata percuma, motor 110cc hampir sering berdampingan dengan motor berkapasitas di atas 150cc dijalan raya, motor yang katanya irit ternyata sama aja, mesin motor terus berderung namun hanya jalan ditempat karena terkena macet, begitu juga dengan mobil, 1000cc dengan 2000cc sama aja, kena macet juga.

Lalu ngapain beli kendaraan dengan cc lebih besar jika tiap hari lebih sering berdampingan???

Sementara para ATPM berduyun-duyun mempromosikan produknya, berinovasi, merevolusi produknya, disisi lain ternyata para calon konsumen tidak turut merevolusi habitnya sebagai pengendara motor atau mobil. Cara berkendara yang tetap sruntulan, tidak peduli keselamatan dirinya, minimal seperti tidak menggunakan helm bagi pengendara motor dan safety belt bagi pengendara mobil, masih menggunakan handphone saat berkendara, tidak tau rambu-rambu di jalan raya, dan sebagainya.

So perlu diperhatikan dan pintar dalam mencerna setiap yang disampaikan oleh orang.

Jadi sudah tau apa arti slogan “STOP PEMBODOHAN OTOMOTIF”?

Komentar boleh-boleh saja, menulis boleh-boleh saja, namun pintar-pintar dalam memuatnya, jangan sembarangan, karena tulisan kita (kecuali blog yang sepi ini) dibaca oleh banyak orang, dan bisa jadi ada beberapa orang terpengaruh pemikiran kita, jadi kalo kita menulis mengenai pentingnya safety riding, ya semoga saja itu akan tersiar, tersebar, dan tertanam di pemikiran para pembaca dan membawa kepada keseharian mereka, namun jika tulisan kita hanya sekedar menjadi tanda tanya besar di kalangan pembaca, buat apa?

“kowe seneng motor sport ora?”, “kowe seneng motor matic ora? Enak loh gawe komuter nang kota besar”, “Kowe seneng motor jenis touring ora?”, “kowe seneng motor model retro? Seneng motor model futuristik?”, “koen ki opo ae sing ora seneng! Jeglar!”, “lek awakmu nduwe duit motor opo ae sing arep koen tuku?” kira-kira apa jawaban mereka?

berlanjut….

18 thoughts on “Lagi-lagi tentang Slogan “STOP PEMBODOHAN OTOMOTIF”

    bennythegreat said:
    Maret 2, 2012 pukul 10:45 am

    kenikmatan berkendara itu priceless…
    so, sebisa mungkin cari waktu dan tempat yang pas…
    jangan sampai kena macet…

    kalau macet..mending naik bis..

      Adhitya Ramadian responded:
      Maret 2, 2012 pukul 10:54 am

      ben podho melek bro…
      jadi ga asal kontra dengan slogan “STOP PEMBODOHAN OTOMOTIF”

    asmarantaka said:
    Maret 2, 2012 pukul 10:50 am

    kalo suruh naek angkutan umum..perlu dibenahi lagi kelayakan angkutan umumnya dan pengujiannya..jgn banyak aparat yg korupsi..ujung2nya angkutan umum ngk layak jalan diloloskan…kalo begitu lebih baik naik motor😀

    bennythegreat said:
    Maret 2, 2012 pukul 10:59 am

    hehehe…rupanya banyak yang belum mudeng filosofi dibalik “STOP PEMBODOHAN OTOMOTIF”

    turut berduka…😥

      Adhitya Ramadian responded:
      Maret 2, 2012 pukul 11:07 am

      mungkin aku juga termasuk belum mudeng, tapi mencoba untuk menjabarkan yang aku pahami dan berusaha berdiri ditengah2, semoga artikel berikutnya bisa lebih jelas

      bapakeVALKYLA said:
      Maret 2, 2012 pukul 2:10 pm

      berarti Om Ben perlu menjabarkan lebih rinci lagi😀

        Adhitya Ramadian responded:
        Maret 2, 2012 pukul 3:06 pm

        ane sarankan begitu, biar tidak terjadi missunderstanding antar blogger dan juga antara blogger dan komentator

    arif rakhman said:
    Maret 2, 2012 pukul 11:05 am

    jadi yang saya bisa tangkap dari slogan STOP PEMBODOHAN OTOMOTIF adalah:
    1. jangan hanya mau terima begitu saja penawaran dan iming2 dari pabrikan terkait produk
    2. perbaiki gaya dan perilaku berkendara saat di jalan raya
    3. lebih mengutamakan alat transportasi massal agar jalanan lebih lengang sehingga beberapa kalangan bisa memanfaatkannya untuk hobi berkendara mereka,

    PSKSS

      Adhitya Ramadian responded:
      Maret 2, 2012 pukul 11:15 am

      ane utujes kang!

    anharvictor said:
    Maret 2, 2012 pukul 11:07 am

    Kira2 motor apapun bagi saya cocok aja kang… Mong kita cuma bisa pilih pilih sesuai dengan kita aja.. Kalo gak sesuai ya gak di pilih… Atpm hanya julan tak lebih dan tak kurang…

    Agus Ninjers Marciano Riyanto said:
    Maret 2, 2012 pukul 11:09 am

    Memang sebuah dilema bro , dimana pemerintah blm mampu menyediakan angkutan umum yg ideal , sehingga rakyat terpaksa hrs menyediakan alat transportasi sendiri . . . Sesuai dng kemampuanya tentunya . . . Dan ini tidak bagus tp apa boleh buat. Toh mrk hrs berangkat bekerja dng kendaraan yg mrk punya.

    adicuzzy coolrider fixer said:
    Maret 2, 2012 pukul 11:33 am

    lhoooo kan gak cuman orang kaya aja yg hobby bermotor, rakyat kecil juga berhak punya hobby bermotor sampe2 kemanapun naik motor…xixixi
    – komen koplak mode
    *kaborrrrrr

      Adhitya Ramadian responded:
      Maret 2, 2012 pukul 11:37 am

      kejar, ketangkap, you are under a rest!

    setia1heri said:
    Maret 2, 2012 pukul 1:52 pm
    Bonsai Biker said:
    Maret 3, 2012 pukul 1:04 pm

    stp pembocoan tanki dompet

    fncounter said:
    Maret 5, 2012 pukul 2:37 am

    Nice artikel bro.

    Pembelian bahan bakar dengan pilihan oktan apakah juga pembodohan bro?? Semua pihak yang berkompeten akan menyarankan memilih bahan bakar beroktan terbaik untuk meningkatkan performa motor.

    Tapi seberapa besar toh? Lha wong mau gas saja sudah padat jalannya. Kalaupun terkena macet, pemakai pertamax plus akan lebih rugi dari pemakai premium karena menguap sia2 dan yang perlu diingat harga pertamax plus 2x lipat harga premium. Lagi2 masyarakat tak sadar sudah dirugikan.

    Ditunggu artikel berikutnya……….
    Salam kenal

    joetrizilo said:
    Maret 5, 2012 pukul 9:35 am

    Populasi orang cerdas di Indonesia lebih sedikit ketimbang orang Pinter dan masih kalah dari populasi orang yang terbodohi…

    Orang cerdas tidak akan mencerdasi tapi kalo orang pinter pasti akan memintari yang pada akhirnya akan banyak orang dibodohi…

    Ayo kita semua berusaha membuat rakyat menjadi cerdas, karena bangsa yang bodoh akan menjadi makanan empuk bangsa yang pintar!!!!!

      Adhitya Ramadian responded:
      Maret 5, 2012 pukul 9:45 am

      bedanya sangat tipis antara cerdas dan pintar
      yup semoga masyarakat indonesia bisa lebih cerdas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s