Mudik Lagi Mudik Lagi…

Posted on

Hanya sekedar sharing mengenai mudik, yang menjadi fenomena dalam masyarakat Indonesia, melihat kenyataan ini saya turut prihatin kepada orang-orang yang memaksakan dirinya harus mudik dengan kendaraan roda dua alias sepeda motor, kebanyakan mereka yang menjadi korban, dinginnya udara malam, ngantuk atau panasnya udara siang hari menyebabkan mereka harus kehilangan konsentrasinya, akhirnya kecelakaan itu terjadi.

Yuk kita simak apa yang saya dapat dari seorang teman melalui dinding facebooknya

Indahnya memaksimalkan ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan, tanpa terganggu dengan mudik.

info dari email teman, mudik berasal dari masa Kerajaan Majapahit, yang dilestarikan oleh penyebar Islam di momen Idul Fitri. Dan memang kalau melihat contoh Rasulullah pada saat Idul Fitri, beliau tidak “mudik” dari Madinah ke Mekkah, misalnya.

Dan silaturahmi pada dasarnya tidak ada ketentuannya untuk dilakukan di saat Idul Fitri. Meminta maaf seharusnya dilakukan segera setelah kita merasa punya kesalahan. Berkumpul keluarga besar bisa dijadwalkan di waktu lain.

Dan sebenarnya inti dari Ramadhan dan Idul Fitri adalah justru di Ramadhan-nya, di mana ibadah sebenarnya disarankan untuk diintensifkan di 10 hari terakhir dengan i’tikaf, serta adanya Lailatul Qadr.

Jika saja mudik tidak mengganggu aktivitas 10 hari terakhir Ramadhan, mungkin masih bisa dianggap tidak masalah.

Namun, karena mudik memang biasanya dilakukan di 10 hari terakhir, dengan upaya yang sedemikian berat, dengan biaya yang sedemikian membengkak, dengan perjalananan yang bisa mencapai puluhan jam, dengan resiko sampai akhirnya membatalkan puasa, dan juga menjadi sulit untuk mengintensifkan ibadah, mungkin mudik menjelang Idul Fitri ini perlu dipertimbangkan lagi.

Barangkali perlu dipertimbangkan, indahnya Idul Fitri Tanpa Mudik.

Tentu akan perlu perubahan pemikiran yang cukup besar. Bisa jadi tidak bisa kita segera ubah sekarang, karena menyangkut kebiasaan yang sudah turun temurun, dengan orang tua dan keluarga besar kita. Paling tidak kita bisa niatkan untuk keluarga kita nanti, anak kita nanti, bagaimana sebaiknya mereka mengisi Ramadhan dan Idul Fitrinya.

So…semoga anda menggunakan 10 hari terakhir bulan Ramadhan dengan beribadah, sementara mudiknya ntar-ntar aja yak!

Dan berharap tidak adalagi kecelakaan karena “memaksakan” diri untuk mudik dengan ongkos yang murah.

sumber gambar: http://daenggassing.com/2011/07/mudik-yuk-mudik/

12 thoughts on “Mudik Lagi Mudik Lagi…

    bagas29ps said:
    Agustus 14, 2012 pukul 4:46 pm

    Salam kenal mas.. dari blogger kebumen nubi.
    Blognya bagus nihh😀

    ehh mampir yahh..
    http://bagas29ps.wordpress.com/2012/08/13/alasan-cowo-lebih-pede-saat-pedekate-pakai-satria-fu/

      Adhitya Ramadian responded:
      Agustus 15, 2012 pukul 8:25 am

      salam kenal juga mas, kemaren udah baca-baca, banyak juga ya blogger dari jawa tengah🙂

    bagas29ps said:
    Agustus 14, 2012 pukul 4:48 pm

    Mending kalo mudik maksa ga usah mudik sekalian, bikin celaka doang..😀

    #99 bro. said:
    Agustus 14, 2012 pukul 4:49 pm

    dua jempol..

    Maskur said:
    Agustus 14, 2012 pukul 5:06 pm

    Salam kenal mas.. dari
    blogger cilacap nubi.
    Blognya bagus nihh
    ehh mampir yahh..http://maskurmambangr.wordpress.com

      Adhitya Ramadian responded:
      Agustus 15, 2012 pukul 8:27 am

      wakakakaka…iki wes bukan nubi lagi😛

    Yoshi said:
    Agustus 15, 2012 pukul 11:09 am

    Sebenarnya banyak yang mudik bukan karena Idul Fitri, tapi karena libur panjang yang hanya ada di Idul Fitri. Bagi karyawan swasta, nyari kesempatan buat pulang kampung itu susah banget.

    Misalnya saya sendiri, perjalanan Jakarta – Blitar, itu makan waktu 20 jam kalo kondisi normal. Ngandelin Sabtu Minggu doang gak bisa lah. Bisanya di liburan Idul Fitri doang.

      Adhitya Ramadian responded:
      Agustus 15, 2012 pukul 11:21 am

      nah itu dia, mencoba mensiasati ambil cuti setelah lebaran, atau di bulan2 syawal

        Yoshi said:
        Agustus 16, 2012 pukul 2:00 pm

        Cuti paling banter diijinkan 2 hari doang bro😦

    setia1heri said:
    Agustus 15, 2012 pukul 9:27 pm

    kalau mudik ke jatim harap waspada beberapa titik

    http://setia1heri.wordpress.com/2012/08/15/titik-rawan-jawa-timur/

    azizyhoree said:
    Agustus 16, 2012 pukul 5:39 pm

    bagaimana kalau mudik sebagai musafir ….. ingin menemui anak istri nya di kampung halaman serta bersilaturahim dengan sanak saudara , bawa zakat yang akan ditunaikan di kampung juga, apakah mudiknya bisa sebagai ibadah ? #dengan tidak meninggalkan kewajiban fardhu selama perjalanan tentunya ? 😀

      Adhitya Ramadian responded:
      Agustus 22, 2012 pukul 4:48 pm

      tentunya itu ibadah mas..
      namun dalam syariat ada keutamaan dalam sebuah ibadah, mungkin mas aziz bisa tau mana yang lebih utama

      sementara dalam hal ini saya melihat fenomena

      1.dimana mudik menjadikan seseorang harus memaksakan sesuatu yang secara tidak sengaja menjadikan itu adalah kewajiban
      2.dan dikarenakan wajib, maka mereka sebisa mungkin mudik dengan tidak mengindahkan hal-hal keselamatan diri dan keluarganya
      3. pemaksaan diri yang berakibat lebih besarnya mudarat pada dirinya dan ibadah kepada Allahlah yang paling saya soroti

      lebih lengkapnya sptnya saya tidak bisa menuliskannya disini mas, 3 poin diatas belum mewakili semuanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s