Behind The Scene: Pembuatan Stiker Iseng

Posted on

lelaki-boleh-naik-matik

Zahra namanya, anak kedua saya, memuji ibunya “Mama cantik!”, dan akupun ga mau kalah untuk minta dipuji dia “Kalo ayah??”, dan diapun menjawab “Ayah cantik juga!”

“Ayah laki nak.., masa cantik sih? lebih baik ayah dikatakan jelek daripada cantik” begitu komentar saya ketika Zahra yang masih berumur tiga tahun itu berkomentar tentang diriku.

Nah dari situ sering aku buat pantun pendek buat Zahra jika dia memujiku “Ayah cantik!”, “Ayah lebih baik dibilang jelek daripada cantik, makanya ayah lebih baik naik ojek daripada naik matik”

Tapi ternyata dari celetukanku itu sebetulnya tersirat hal lain yaitu:

Sekarang begitu mudah orang membeli sepeda motor, ditambah lagi banyaknya motor matik, jadi tidak heran semakin banyak pula motor matik yang berkeliaran, kemudahan motor matik tidak ditemukan dimotor lain yang masih menggunakan gear untuk meraih kecepatan yang diinginkannya, tinggal gas max speed-pun bisa diraih.

Tidak jarang kita melihat anak kecil di bawah umur yang menggunakannya, tanpa helm, bercelana pendek, bergoncengan dengan temannya sudah ugal-ugalan di jalan raya.

Seumur segitu apa susahnya memutar handle gas? Kaki bisa napak ke tanah, sudah bisa menggunakan sepeda (berarti sudah bisa seimbang menggunakan 2 roda), tinggal gas aja, tanpa perlu lagi oper gigi, jalan menanjakpun bukan masalah lagi bagi mereka (karena ada orang yang menggunakan tidak bisa menggunakan motor saat jalanan menanjak, masa gear tinggi untuk menanjak?)

Itu baru anak kecil, tapi kalo sudah di medan perang jalan raya, banyak pemuda tanggung yang ugal-ugalan dengan menggunakan motor matik, “ah baru naik matik aja udah sok lu!”, bukan berarti yang boleh sok itu mereka yang bermotor besar, tapi itulah representasi dari sifat manusia yang suka pamer, atau ingin terlihat lebih “menonjol” dari orang sekelilingnya.

13 thoughts on “Behind The Scene: Pembuatan Stiker Iseng

    Lekdjie said:
    Agustus 22, 2013 pukul 2:16 pm

    Ow

      Adhitya Ramadian responded:
      Agustus 22, 2013 pukul 2:22 pm

      yeah

    macantua said:
    Agustus 22, 2013 pukul 2:34 pm

    xixixixi dalem tenan ki…… ugal2an di jalan memang banyak matic, mungkin karena kuantitinya yang beredar di jalanan, hampir sama dengan kasus Xenia Avanza di roda 4….

    Duinnn said:
    Agustus 22, 2013 pukul 4:13 pm

    ngono toh sebab musababnya

    s_o said:
    Agustus 22, 2013 pukul 6:30 pm

    Wah ini

    bunciskentang said:
    Agustus 24, 2013 pukul 8:46 am

    bener banget om

    ki Salim said:
    Agustus 26, 2013 pukul 9:44 pm

    kalo ane boleh bilang. Naik motor matic itu tidak ada seninya… pissss…….

    Intan said:
    Agustus 28, 2013 pukul 3:20 pm

    Katanya naik metic bikin rematik kambuh jika jarak jauh😀

    ms said:
    Agustus 29, 2013 pukul 3:05 pm

    kurang suka stiker yang berbau provokasi yang merendahkan pihak lain, baik di r2 maupun r4.

    kreatif boleh asal jangan provokatif

      krok said:
      Agustus 14, 2016 pukul 2:32 pm

      nah ini, akhirnya kebenaran telah dikatakan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s