Jalur Sepeda Banjir Kanal Timur (BKT)

Posted on

Seyogya seseorang itu tidak bermudah-mudahan dalam menghakimi suatu masalah (koreksi diri pribadi).

Hal ini saya tulis karena terkait gambar tersebut.

2813093_20130104121355

Kembali ke persoalan, ruwetnya lalu lintas di Jakarta tidak bisa dijabarkan satu persatu, namun saya mau secara langsung menanggapi orang-orang yang mengatakan bahwa mereka yang bermotor pada gambar di atas adalah “orang-orang bodoh” atau “bodoh berjamaah” dan lain sebagainya.

Beberapa hari ini Jakarta begitu macet (bagiku) mungkin karena ada beberapa jalanan rusak akibat digerus air banjir, terlebih di daerah kampung melayu setelah flyover kampung melayu menuju flyover tebet, dan itu alasan di sepanjang jalur BKT macet.

Namanya Jabodetabek, dengan Jakarta sebagai kiblat para pencari kerja di daerah Bodetabek, menyebabkan jalanan menuju ke Jakarta macet, namun tidak sebaliknya (seperti yang saya perhatikan jika start dari Bekasi), dan jarak dari Bodetabek ke Jakarta bukanlah jarak dekat, tapi sudah terhitung suatu jarak yang jauh jika kita terbiasa di daerah-daerah lain semisal Jawa Timur.

Capture2
dari Alun-alun Malang ke Lawang

Ambil saja jarak dari alun-alun kota Malang ke Lawang (saya ambil contoh ini karena saya lahir dan besar di Malang), jarak sekitar hampir 20km tersebut mungkin bisa ditempuh dengan waktu 30 s/d 40 menit jika menggunakan mobil atau motor, tapi bagaimana kondisinya di Jabodetabek, semisal dari Bekasi ke Mega Kuningan – Jakarta Selatan seperti gambar di bawah?

Capture
dari Bekasi ke Mega Kuningan Jakarta Selatan

Jarak hampir sama, tapi yang pernah saya rasakan sendiri dengan menggunakan sepeda motor, dari tujuan yaitu Bekasi ke Mega Kuningan Jakarta Selatan butuh waktu sekitar 1 jam 15 menit (kecepatan sedang, tidak ngebut, tidak melanggar rambu lalu lintas, tidak naik trotoar, dsb).

Jarak yang jauh, panas, macet, apa kira-kira yang anda rasakan? Pasti tidak nyaman, apalagi mereka yang tiap hari bergelut dengan kondisi seperti itu. Sementara ada jalur baru yaitu dua (2) jalur di BKT yang bisa dilalui, maka merekapun menggunakan jalur tersebut untuk menuju tujuan kerjanya.

Dan ini adalah akibat dari banyaknya orang yang berfaham “1 orang 1 mobil”, sehingga jalanan semakin penuh, dan juga transportasi umum yang tidak layak (ga aman, ga murah, ga nyaman), dan motor adalah pilihan terbaik bagi mereka, cukup 1 liter (bahkan ada yang lebih irit) bensin bisa untuk PP dari rumah ke tempat kerja pulang lagi ke rumah, coba bayangkan jika naik kendaraan umum, habis berapa? waktu tempuhnya bagaimana?

Dan lagi jika memang jalur itu untuk sepeda silakan layangkan surat peringatan kepada pengguna sepeda Robek (Rombongan Bekasi), gunakan itu jalur, jangan dibuat kosong!

Lalu apakah semua orang mau bersepeda? Apakah semua orang kuat bersepeda? Apakah semua orang mau dengan solusi yang anda berikan yaitu “bike to work”, 20km ini mas! mbak! Syukurlah bagi kalian yang diberi kekuatan untuk bersepeda 20km bahkan lebih untuk menuju kantor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s