Review Pakai Kopling Hidrolik di Pulsar 180

Posted on

Sudah sekitar 3 bulan yang lalu kalo ga salah, si Bejo (Pulsar 180 Ug4 saya), ganti kampas kopling pake punya Yamaha RXZ, ganti per kopling Suzuki Smash dan lobangi rumah kopling.

Efek dari semua itu tanyakan pada si Bejo😀, saya cuma bisa merasakan handle kopling lebih keras dari sebelumnya, ini karena penggantian part per kopling Suzuki Smash, tapi efek lain yang dirasa, walau tidak begitu signifikan hentakan lebih baik dari per ori pulsar.

2014531065115
Pasang Kopling Hidrolik – Kaca intip mentok

Nah akhirnya saya tertarik untuk mencoba menggunakan kopling hidrolik, cari-cari di internet dan malah dapat dari grup Bursa Pulsar Indonesia di Facebook.

Singkat cerita baru sebulan yang lalu saya beli kopling ini, tapi baru sempat pasang di motor baru pekan lalu.

Pinjam scooter anak
Pinjam scooter anak

Karena motor ini untuk aktifitas saya sehari-hari, maka saya ga mau gambling dengan langsung membongkar kopling ori, jadi saya pinjem scooter anak untuk pompa oli ke kaliper dan done! Bisa! Lepas kabel kopling asli dari stut kopling dan ganti dengan kaliper, tekan-tekan tuas kopling awalnya bisa, eh tiba-tiba los lagi! Wah masih ada angin kayaknya, ya udahlah selesai untuk hari ini, lain kali aja kalo sempat!

Singkat cerita, karena ini bukan tutorial cara ganti kopling hidrolik dan saya ga ada waktu untuk mengerjakannya karena waktu libur saya gunakan untuk ke Bekasi ngurus pindahan rumah.

Cling! Ada pesan masuk di WA, ternyata dari seller kopling hidrolik tersebut, dia tanya bagaimana review menggunakan kopling hidrolik, saya jawab aja, sudah sempat pasang tapi los lagi, ga kuat tuk narik stut kopling, eh si seller langsung menawarkan jasa pasang, ya udah akhirnya dipasang oleh si seller keesokan harinya😀

…….Akhirnya kepasang juga kopling hidrolik di Pulsar 180 ku, walau sensor dari kopling ke BCU belum terpasang, it’s ok lah, yang penting fungsi dapat berjalan.

Awalnya penggunaan kopling hidrolik cukup baik, cairan oli bekerja dengan baik, cuma saya hitung kira-kira kaliper hanya menarik kurang dari 1cm, hmm kata sellernya sih cukup dan memang segitu, tapi seperti ada yang miss bagi saya, kalo dikendorin nariknya pas, tapi pas lepas kopling serasa 1/2 kopling, kalo dikencengin kopling bebas tanpa hambatan, tapi roda berputar kencang saat standar tengah, masuk gigi 1 dan tarik tuas kopling, hmmm…jaraknya tipis banget untuk ngendorin atau ngencengin baut nih, putar kiri kanan, coba beberapa kali akhirnya nemu setelan yang pas, roda berputar waktu gigi 1 masuk, standar tengah, tuas kopling ditekan tapi tidak kencang dan dapat dihentikan dengan kaki yang beralas kaki pastinya😀, lanjut naikkan standar tengah naikin motor coba beberapa putaran di komplek ternyata enak juga.

Tapi….itu tidak bertahan lama, jari-jari tangan terasa tebal (kapalan -bahasa jawa), buat tekan kopling agak berat, dan untuk melepasnya pun terasa cepat, seolah-oleh ada per kuat yang mengembalikan tuas kopling yang saya tekan. Saya rasa sih karena fungsi hidrolik yang bekerja dengan baik, tapi…harusnya lembut kan??? Padahal per di stut kopling bagian mesin saya lepas.

Akhirnya ga mau berlama-lama, saya bongkar lagi dan pasang kopling manual, dan wow! ternyata lebih ringan daripada menggunakan kopling hidrolis.

bongkar lagi...pasang lagi...
bongkar lagi…pasang lagi…

Oh ya satu lagi, karena motor saya masih menggunakan stang jepit bawaan UG4, jadinya kaca intip ketinggian oli pada master rem mentok ke stang, dan harus diganjal untuk pemasangannya seperti gambar pertama, dan posisi dudukan spion terlalu keluar dari kopling ori, jadi spion makin nongol, salip-salip diantara mobil jadi agak kagok, yah walau cuma nambah 1 cm lebih.

2014617073031
Spion makin nongol ke samping kiri jadinya

Kesimpulan:

  1. Cocok dipasang untuk Pulsar 220 yang spionnya berada di Fairing
  2. Kalo mau pasang di Pulsar 180 UG4 harus ganti stang dulu, jangan pake stang jepit
  3. Malas nulis lagi, jual lagi aja

Ini link jualan saya -> Jual Kopling Hidrolik, plug and play di pulsar series

Dijual, monggo dibeli, sebelum ditimbun di tanah
Dijual, monggo dibeli, sebelum ditimbun di tanah

22 thoughts on “Review Pakai Kopling Hidrolik di Pulsar 180

    orong-orong said:
    Juni 17, 2014 pukul 4:39 pm

    wow istimewa

      Adhitya Ramadian responded:
      Juni 17, 2014 pukul 4:42 pm

      biasa, karet 1, telor 1

    hulssay said:
    Juni 17, 2014 pukul 5:06 pm

    manteppp tuh..

    Aluvimoto said:
    Juni 17, 2014 pukul 5:29 pm

    220 mentok fairing kalo pas belok. dijamin😆

      Adhitya Ramadian responded:
      Juni 17, 2014 pukul 5:31 pm

      master remnya?

        Aluvimoto said:
        Juni 17, 2014 pukul 6:02 pm

        handle + masternya:mrgreen:
        kecuali stangnya udah diganti. paling pnp buat p200🙄

    ipanase said:
    Juni 17, 2014 pukul 6:19 pm

    kerasa harganya

      Adhitya Ramadian responded:
      Juni 17, 2014 pukul 6:25 pm

      Ah nggak Pan, mau? Pake aja dulu, kalo duitnya dah ada bayarkan aja

    motogokil said:
    Juni 17, 2014 pukul 7:30 pm

    anti putus nih

      Adhitya Ramadian responded:
      Juni 18, 2014 pukul 9:34 am

      asal nepel ga lepas😀

    Soeparno said:
    Juni 17, 2014 pukul 9:53 pm

    piro om?

      Adhitya Ramadian responded:
      Juni 18, 2014 pukul 9:35 am

      450rb om

    boerhunt said:
    Juni 18, 2014 pukul 11:27 am

    nice repiyu…

      Adhitya Ramadian responded:
      Juni 18, 2014 pukul 11:33 am

      makasih om

    pohon dedalu di tepi sungai said:
    Juni 18, 2014 pukul 12:55 pm

    tak tambahin masalah berikutnya (dari pengalaman). setelah beberapa bulan dipake, ternyata seal di dalam booster (sampean menyebutnya caliper) jebol. setengah mampus saya nyarinya Bang, harus beli 1 set booster. sepintas seal sama dngan seal master rem, tapi diameternya lebih kecil, cuma 11mm. kalo seal master rem 12.5mm

    Irawan said:
    Juni 24, 2014 pukul 11:58 am

    dulu sempat tergoda juga mo pasang di 6420NG, tapi gak jadi😀

      Adhitya Ramadian responded:
      Juni 24, 2014 pukul 12:58 pm

      iya ga enak, malah enak pake kabel aja

    jurigkamera said:
    Juli 1, 2014 pukul 11:14 am

    Mantep review nya om😀

      Adhitya Ramadian responded:
      Juli 1, 2014 pukul 11:35 am

      😀 makasih om

    lilik said:
    Agustus 27, 2014 pukul 5:13 pm

    klo saya modif sendiri, master kiri pake variasi, untuk kaliper bawah(boster) saya menggunakan master rem belakang satria, cm merubah konstruksi per aja, yg aslinya per di depan seal master, di balik ke belakang master, sedangkan untuk nepel nya di pasang di output master, di input atautempat slnag rem aslinya di tutup dgn karet trus di klem lgi dgn aslinya… sistem kerjanya jdi dorong, yg aslinya tarik, alhamdulilah enteng dah cb buat mudik ke solo

      Adhitya Ramadian responded:
      Agustus 28, 2014 pukul 9:28 am

      wah boleh dong PM detailnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s