moge

Kelas Bebek dan Kelas 250cc

Posted on Updated on

Motor bebek sruntulan, itu sudah umum kita lihat, dari bagaimana mudahnya mendapatkan motor (DP murah, cicilanpun ringan), bagaimana mudahnya mengoperasikan motor (tinggal tekan porsneling pakai kaki kiri, tarik gas dan jalan deh motor), dan bagaimana mudahnya ngorek motor biar bisa kencang (tuner-tuner pinggir jalan banyak kok, knalpot sport murah juga banyak). Cari aja di google dengan kata kunci “motor bebek sruntulan” bagaimana kita, mereka menjudge bahwa banyak yang sruntulan itu datang dari para pengguna motor bebek.

Ya fenomena tersebut terjadi di negeri kita ini, namun seiring berjalannya waktu, sudah tidak asing di Jakarta berlalu motor-motor besar dengan kapasitas silinder lebih dari 1/2 liter, katakan Kawasaki ER6, Kawasaki Versys, Ducati, dan sebagainya, bahkan sudah sering saya melihat motor-motor >800cc.

Seperti yang pernah saya sampaikan di artikel terdahulu mengenai Kenapa Motor Bebek yang Banyak Melakukan Pelanggaran? sudah sejak lama saya perkirakan hal ini, dan kini benar-benar terjadi. Beberapa pengguna bebek beralih ke kelas 250cc, beberapa pengguna motor <150cc pun beralih ke kelas 250cc, apalagi dengan suara merdu 2 silinder, banyak orang memilih Kawasaki Ninja 250, dan tidak jarang juga ada yang memilih Honda CBR 250.

Upgrade motor boleh-boleh saja, namun jika skill, atitude tidak diupgrade, dan rules tidak pernah diindahkan apa jadinya mereka di jalan raya? Kalo boleh saya katakan… Baca entri selengkapnya »

Pilih Mana, Hiburan Saat Macet atau Tanpa Macet Tanpa Hiburan?

Posted on Updated on

Mas Wahyu maaf jikalau saya menjadikan artikel sampeyan sebagai topik siang ini -apalagi saya belum kenal sampeyan (namaku Adhitya Ramadian, nama kunyahku Abu Tanisha), geli aja dengan artikel terakhir sampeyan mas…(yang mau baca silakan klik disini).

Baca entri selengkapnya »